oleh

Paskah dan Salat Tawarih Disarankan Digelar Di Rumah

-Berita-176 views

MAMAKOTA,- Umat Nasrani juga diimbau merayakan Paskah, yang jatuh minggu ini, di rumah. Begitu juga dengan umat Islam yang akan menjalankan ibadah puasa Ramadhan, beberapa minggu lalu.

“Mari kita tempuh perayaan Paskah dan Insya Allah bulan Puasa Ramadhan menjaga agar diri tetap sehat, menjaga orang lain agar tetap sehat,” ucapnya.

Yuri mengingatkan, ketika seseorang bepergian, risiko penularan virus semakin meningkat. Di luar rumah, banyak sumber penular virus yang sulit dideteksi. Mereka sebagai orang tanpa gejala alias OTG. OTG ini bisa tetap terlihat sehat meski terpapar corona.

Kemudian, tanpa sadar, OTG itu menyebarkan virus yang berkembang biak di tubuhnya lewat droplet atau percikan ludah. Baik ketika berbicara, bersin, maupun batuk.

Pemerintah sudah berupaya membatasi komunikasi kontak sosial fisik dalam skala yang lebih besar dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diatur dalam Permenkes Nomor 9/2020. Pembatasan ini bisa menghentikan transmisi virus dari orang sakit ke orang sehat. Secara terus menerus, pemerintah akan melakukan kajian epidemiologis untuk membatasi mobilitas manusia sebagai pembawa penyakit ini.

“Ini disebabkan karena kita melihat penambahan kasus yang terus-menerus meningkat. Jumlah kematian dan penyebaran yang sangat cepat ke beberapa wilayah dan sekitarnya,” wantiwanti Dirjen P2P Kemenkes ini. Tetapi, Yuri bilang, kebijakan ini tidak akan berjalan maksimal jika ma – syarakat tidak disiplin. “Kuatkan bahwa kita tidak akan berpergian, tidak mudik. Karena ini akan menambah risiko,” imbaunya. (*/RM)

Komentar

News Feed