oleh

Pasutri Nyaris Ditelanjangi Massa

-Hukum-14 views

Kepergok Mencuri Dengan Modus Ganjal Kartu ATM

TANGSEL,MAMAKOTA – Sepasang suami istri (Pasutri) ditelanjangi dan nyaris dibakar hidup-hidup oleh warga, di bilangan Jalan Jombang Raya, Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Senin (27/10/2020) sekitar pukul 21.30 WIB. Massa naik pitam lantaran kedua pelaku ini kepergok melakukan pencurian dengan modus ganjal ATM (Anjungan Tunai Mandiri) di sebuah minimarket di kawasn itu.

Aksi kejahatan itu terungkap setelah seorang pegawai minimarket merasa curiga melihat gerak-gerik kedua pelaku yang belakangan diketahui bernama Dani dan Ayu.

Nadia, Barista di minimarket itu melihat sang pramuniaga sempat menegur Dani. Lalu Dani yang panik aksinya ketahuan, mencoba melarikan diri, namun apesnya pelaku tertabrak motor.

“Lagi pada ngantre banget kan ATM. Istrinya tuh di situ kaya ngintai gitu. Terus sudah kejadian lama, orang ramai-ramai kan. Kirain ada orang ketabrak, terus teriak-teriak, katanya nyongkel-nyongkel ATM. Yang lihat itu pramu (pramuniaga) sini,” ujar Nadia.

“Terus kata pramu sini itu pelaku ditegor, ‘ngapain bang, mau nyongkel ATM ya?’ Terus pelaku langsung kabur lari. Nah ternyata yang ketabrak itu ya si pelakunya. Ketabrak motor,” papar Nadia menceritakan, di lokasi, Selasa (27/10/2020).

Warga yang masih ramai di sekitar lokasi pun langsung melempar pandang ke pelaku Dani dan menghampirinya. Terbakar amarah mendengar kelakuan Dani, warga menggeruduk mengelilingi sambil menginterogasi. Sang istri, Ayu pun ikut terseret.

“Warga ramai-ramai membawa pelaku ke pojok Indomaret. Dia sempat enggak ngaku, istrinya pun sempat enggak ngaku. Akhirnya ketahuan, dompetnya ketahuan sama warga, itu isinya ATM banyak banget,” ujarnya.

Melihat banyaknya ATM yang menjadi bukti kuat aksi pencurian modus congkel ATM itu, warga yang semakin banyak mengerubungi pun tak kuat menahan diri. Dani habis dipukuli dan ditendangi warga sampai babak belur. Bahkan warga sempat ingin membakar Dani.

Beruntung sebagian warga menahan aksi main hakim sendiri itu. “Pas ketahuan, pelaku sempat mau dibakar, cuma kata warga, ada yang bilang jangan, ada yang membela kan. Sudah gitu duduk di situ diwawancarai lagi, ditelanjangin tuh, sampai digebukin ditendangin, akhirnya polisi datang dan pelaku langsung diangkut,” ujarnya.

Suami istri itupun diangkut aparat Polsek Pondok Aren untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Pondok Aren, AKP Riza Sativa, memaparkan, kronologi berawal dari korban, seorang wanita yang hendak menggunakan mesin ATM di minimarket itu. Karena sudah diganjel benda tertentu oleh pelaku, kartu ATM tertahan. Pelaku yang merupakan dua orang suami istri, atas nama Dani dan Ayu langsung beraksi.

Ayu berusaha memberikan saran dan mengalihkan perhatian korban, sedangkan Dani bertugas mengambil kartu ATM dan mengakali chipnya menggunakan teknologi tertentu.

“Kronologinya ini korban ngambil ATM nah kartunya nyangkut nih, nah dikasih tahu sama pelaku instruksinya, tapi tetap enggak keluar juga kartunya, ya sudah ditinggal sama korban, korban keluar dikasih tahu sama pegawai Indomaret, ‘bang kartunya diambil sama pelaku cowok’, ya sudah akhirnya digeruduk sama warga, sampai terjadi ramai-ramai gitu,” bebernya.

“Posisinya waktu korban keluar kartunya nyangkut, pelaku yang laki masuk ke dalam ngambil tapi si pelapor atau korban masih di daerah situ, jadi dikasih tahu sama karyawan Indomaret,” kata Riza.

Saat kepergok itu, warga lain yang berada di sekitar lokasi langsung datang mengerubungi. Riza menyebut ada sekitar 100 orang yang mendesak sambil menginterogasi suami istri itu. “Digeruduk doang ramai-ramai, diintrogasi 100 orang kan pelaku bingung jawab juga,” ujarnya.

Tidak lama, aparat dari Polsek Pondok Aren pun mengamankan Dani dan Ayu, menggelandangnya ke Mapolsek Pondok Aren untuk diperiksa lebih lanjut. Sementara, keduanya disangkakan pasal 363 KUHPidana tentang pencurian. (ahmad)

News Feed