oleh

Pemerintah: Pangan Cukup, Distribusinya Dijamin Lancar

-Berita-169 views

MAMAKOTA,- Ini soal memenuhi kebutuhan makan untuk rakyat yang kini masih kebingungan menghadapi serangan virus korona. Pemerintah menjamin, pangan cukup tersedia dan distribusinya tetap lancar.

Wilayah Jabodetabek kini menjadi zona merah dalam penyebaran virus korona. Meski begitu, kebutuhan pangan bagi masyarakat harus tetap terpenuhi.

“Meskipun red zone, kan masyarakat tetap butuh pangan. Petani kita tetap berproduksi dan didistribusikan secara lancar,” ungkap Risfaheri, Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan), Minggu (29/3).

Risfaheri menerangkan, Kementan selalu memastikan stok dan produksi selalu ada di sektor hulu. Sedangkan kelancaran distribusi berada pada tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Kementerian Perdagangan.

“Namun, karena ini menyangkut hajat hidup masyarakat, Kementan tentunya berupaya agar pangan tersebut sampai ke masyarakat sehingga bisa tercukupi.”

Kementan berkoordinasi dengan PD Pasar Jaya di DKI Jakarta, Gapoktan, dan pelaku usaha lainnya untuk memastikan kebutuhan pangan bisa terpenuhi dengan lancar.

“Kami selalu berusaha agar pasokan tetap tersedia. Toko Tani Indonesia Center (TTIC) di Jakarta maupun Bogor tetap buka dan selalu menyediakan bahan pangan dengan harga yang terjangkau,” jelas Risfaheri.

Dia menyatakan, TTI memiliki efek psikologis yang kuat. Kehadiran TTI yang menyebar menjadi alternatif masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan pokok yang berkualitas dan terjangkau.

Ketersediaan dan distribusi yang lancar diakui Manajer Toko Tani Indonesia Center, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, Inti Pertiwi Nashwari.

“Tidak ada yang stop pasok pangan dari petani untuk ke Jakarta, khususnya ke Toko Tani Indonesia Center. Tidak perlu khawatir, TTIC dan TTI tetap buka untuk penuhi kebutuhan pangan masyarakat.”

Kepala Bidang Distribusi Pangan, Badan Ketahanan Pangan, Kementan, ini menambahkan, semua pemasok maupun petani champion yang bekerjasama dengan Kementerian Pertanian selalu siap sedia.

“Untuk bawang merah, champion kami selalu sedia setiap kami minta dan setiap pemasok lainnya selalu siap dimintai pasokannya kapan saja.”

Inti menjelaskan, setiap harinya TTIC maupun TTI selalu buka melayani pembeli. Untuk TTIC Pasar Minggu misalnya, pasokan daging yang masuk selalu diatas dua ton untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Belum lagi telur yang mencapai 500-700 kilogram dan beras mencapai 5 ton yang selalu direstok setiap 2-3 hari dari petani Jawa Barat.

“Sayuran aman, karena dipasok setiap hari dan segar. Untuk kelangkaan gula, per hari ini (Kamis 26/3) akan dipasok 10 ton,” tambahnya.

Berdasarkan data Toko Tani Indonesia, BKP, hingga sekarang sudah ada dua TTIC yang terletak di Jakarta dan Bogor. Sedangkan 232 TTI tersebar di Jakarta, 143 di Bogor, lima di Bekasi, serta 24 di Tangerang dan Tangerang Selatan.


Kestabilan harga di pasar juga menjadi fokus bersama Kementan dan Kemendag hingga saat ini. Apabila diperlukan akan dilakukan operasi pasar.

“Kita lihat perkembangan harga yang terjadi. Bila diperlukan tentu dilakukan upaya stabilisasi harga. Tetapi cara atau bentuknya nanti harus disesuaikan dengan SOP social distancing,” ujarnya.

Sebelumnya, Mentan Syahrul Yasin Limpo menggelar operasi pasar di sepuluh pasar Jakarta. Operasi pasar dilakukan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk melakukan stabilisasi harga di tengah penyebaran virus korona.

Komoditas yang didistribusikan dalam operasi pasar tersebut meliputi gula pasir, telur, dan beras. Adapun operasi pasar diadakan dengan menggandeng PD Pasar Jaya dan asosiasi dan Gabungan Kelompok Tani binaan. Salah satu asosiasi yang terlibat adalah Asosiasi Lembaga Usaha Pangan Masyarakat Jabar yang memasok 15 ton beras dengan harga jual Rp 8.500 per kilogram. (*/UG)

Komentar

News Feed