oleh

Pemerintah Waspadai TKI Bawa Korona

-Berita-149 views

MAMAKOTA,- Pemerintah terus berusaha keras memutus mata rantai penyebaran virus korona. Yang diprioritaskan bukan hanya penyebaran di dalam negeri. Kasus impor Covid-19 yang dibawa tenaga kerja Indonesia (TKI) yang pulang juga diantisipasi.

Presiden Joko Widodo menegaskan hal itu dalam rapat terbatas melalui teleconference di Istana Bogor, Jawa Barat Selasa pagi (31/03). Menurut Jokowi, satu minggu terakhir episentrum dari Covid-19 sudah beralih, yakni dari Cina ke Amerika dan Eropa.

Bahkan, lanjut Jokowi, beberapa negara yang telah mampu mendatarkan kurva penyebaran COVID-19 menghadapi juga tantangan baru dengan yang dinamakan gelombang baru Covid-19. Cina, Korea Selatan, dan Singapura, saat ini banyak menghadapi kasus impor, kasus-kasus yang dibawa dari luar negeri.

“Sebab itu, prioritas kita saat ini bukan hanya mengendalikan arus mobilitas orang antarwilayah di dalam negeri dan arus mudik. Tapi juga harus bisa mengendalikan mobilitas antarnegara yang berisiko membawa imported cases,” jelas Presiden.

Yang harus diperhatikan, pertama adalah arus kembalinya warga negara Indonesia (WNI) dari sejumlahnegara, terutama dari Malaysia.

“Ini betul-betul perlu kita cermati karena ini menyangkut bisa ratusan ribu, bisa jutaan WNI yang akan pulang. Saya menerima laporan, dalam beberapa hari ini setiap hari ada kurang lebih 3 ribu pekerja migran yang kembali dari Malaysia,” tambah Jokowi.

Selain itu, kita juga harus mengantisipasi kepulangan dari para kru kapal dan anak buah kapal (ABK). Diperkirakan, ada kurang lebih 10.000-11.000 anak buah kapal (ABK).

“Ini juga perlu disiapkan dan direncanakan tahapan-tahapan untuk men-screening mereka,” tegas Kepala Negara. 

Yang kedua, adalah pergeseran episentrum Covid-19 ke Amerika Serikat dan Eropa. Untuk itu Presiden minta kita memperkuat kebijakan yang mengatur perlintasan lalu lintas warga negara asing ke wilayah Indonesia.

Soal ini, jelas Presiden, prinsip utama yang kita pegang adalah bagaimana melindungi kesehatan para WNI yang kembali dan melindungi kesehatan masyarakat yang berada di Tanah Air. “Karena itu, sekali lagi saya ingin menekankan, yang pertama protokol kesehatan harus terus ketat dilakukan, baik di airport, di pelabuhan, di pos lintas batas.”  (*/UG)

Komentar

News Feed