oleh

Pemkab Karawang Sebaiknya Terapkan PSBB Tersegmentasi

-Berita-149 views

Hermawan: Lebih Lentur Ketimbang PSBB Penuh

MAMAKOTA,- Pemerintah Kabupaten Karawang sebaiknya menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tersegmentasi. Tujuannya, untuk memperlambat laju Covid-19 di Karawang. Itulah saran dari praktisi dan peneliti kesehatan Hermawan Saputra.

Hermawan menyebut PSBB tersegmentasi lebih lentur ketimbang PSBB secara penuh karena menyasar segmen-segmen tertentu sesuai dengan karakteristik masyarakat dan wilayah dengan risiko adanya transmisi Covid-19. **Baca juga: Pandemi Covid-19 Lahirkan Banyak OTP

“Tersegmentasi maknanya pemda harus mampu mendefinisikan lebih tajam klaster atau komunitas mana yang lebih diprioritaskan untuk pengetatan, relaksasi ekonomi yang diprioriotaskan yang dibuka untuk kebutuhan dasar, dan untuk ditegakkan disiplinkan bila perlu,” ungkap Hermawan ditemui di Kantor Bupati Karawang, Selasa (19/5).

Dia menjelaskan, pada PSBB tersegmentasi ada kelenturan intervensi berdasarkan segmen prioritas. Tentu saja tetap mengarus utamakan protokol kesehatan, analisis kesehatan masyarakat baik dari aspek epidemologi, proporsi, pelayanan, hingga rehabilitasi kesehatan yang berdampak Covid-19.

“Kemungkinan bertahan secara sosial juga ekonomi lebih besar,” kata Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia itu.

Ia menyebut karakteristik masyarakat harus menjadi pertimbangan. Misalnya masyarakat petani. Selain itu, ada juga tipe masyarakat pedesaan yang tidak banyak bepergian dan masyarakat urban atau perkotaan yang mobilitas bepergian ke luar daerah tinggi. “Pemkab Karawang tidak bisa terlalu ketat dan tidak bisa terlalu longgar, tapi lentur.”

Opsi PSBB tersegmentasi ia rekomendasikan berdasarkan analisis dari segi geografis, demografi, tingkat orang dalam pemantauan (ODP), orang tanpa gejala (OTG), dan tingkat reproduksi virus.

Menurut dia Karawang merupakan tempat transit masyarakat dari wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan wilayah lain di Jawa Barat. “Rupanya kita merupakan daerah yang cukup strategis sehingga punya risiko terhadap Covid-19.”

Dari segi demografi, jumlah penduduk Karawang sekitar 2,7 juta jiwa. Populasi Karawang menurutnya terbilang besar dengan wilayah yang luas dan pintu masuk berbatasan yang banyak. Hal itu dapat menyebabkan proporsi dengan tingkat reproduksi Covid-19 di Jawa Barat sekitar 3,12.

“Jika kita ada 20 kasus bisa jadi kasus yang sebenarnya walaupun tidak harapkan bisa 80-an kasus dengan proporsi menggunakan data Jabar,” ujarnya.

Herwawan menjelaskan, ada tiga opsi kebijakan yang bisa diambil pemda, yakni melanjutkan PSBB yang sudah dilakukan, PSBB tersegmetasi, dan kebijakan tanpa PSBB. Opsi ketiga membuat pemerintah seperti tidak bisa berbuat untuk masyarakatnya lantaran tidak mempunyai instrumen lebijakan. Kebijakan hanya bersifat imbauan. “Saya merekomendasikan opsi kedua.” (*/UG)

News Feed