oleh

Pemudik Hindari Pemeriksaan Lewat Jalur Tikus

-Berita-59 views

MAMAKOTA,- Larangan mudik membuat sebagian masyarakat mencari cara agar dapat pulang ke kampung halaman. Karena itu, petugas diminta mengantisipasi akal-akalan pemudik dengan cara mengawasi jalur tikus dan truk yang lewat.

Walau banyak kecewa, tapi sudah ada ratusan warga mudik. Mereka sudah tahu, sejak Jumat, 24 April 2020 dilarang mudik. Maka warga melintasi jalan tikus. Seperti jalan sisi Banjir Kanal Timur (BKT) di Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, menuju kota Bekasi.

Ratusan pemudik melintasi jalan ini untuk menghindari check point pengawasan transportasi selama larangan mudik. Begitu juga ada pemudik yang menggunakan truk. Melihat hal itu, Wanto, warga Jakarta Timur meminta kepada petugas untuk mengantisipasi akal-akalan tersebut.

‘’Bila perlu, jangan lagi diungkapkan di mana saja lokasi check point. Dengan begitu, pemudik tidak tahu posisi petugas,’’ ujar Wanto.

Wanto prihatin banyak pemudik dari zona merah penyebaran virus corona alias Covid-19. Sebab, bukan tidak mungkin mereka bisa membawa virus ini ke kampung halamannya. Wanto juga meminta petugas mengantisipasi pemberangkatan pemudik dari terminal bayangan di Jakarta.

‘’Bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) telah distop beroperasi ke terminal di Jabodetabek. Mana tahu pemudik berangkat dari terminal bayangan,’’ ujarnya.

Bus AKAP yang tidak beroperasi banyak menumpuk di pool bus dan terminal bayangan. Pool dan terminal bayangan terdapat di pusat keramaian, dekat pasar, dan pinggiran perbatasan antara Jakarta dan kota peyangga. Misalnya di Ciputat dan Cibinong.

“Nggak diangkut ini. Orang pada datang mungkin karena belum tahu. Sudah kita beritahu nggak boleh angkut penumpang,” ujar Ewin, seorang petugas PO Bus di salah satu pool bus di Ciputat, Tangsel.

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menyetop bus AKAP di seluruh terminal Jabodetabek, mulai Jumat 24 April hingga 31 Mei 2020. Kebijakan ini diambil setelah pemerintah melarang mudik Lebaran 1441 H untuk mencegah penyebaran virus corona. Larangan mulai berlaku sejak Jumat (24/4). Namun, sanksi bagi pelanggar mulai berlaku 7 Mei 2020. (*/RM)

Komentar

News Feed