oleh

Pendi: Perusahaan Tak Boleh Abaikan Protokoler Kesehatan

-Berita-14 views

KARAWANG,– Perusahaan tidak boleh mengabaikan protokoler kesehatan. Sebab, dengan disiplin suatu bentuk meminimalkan penyebaran Covid-19 di Kota Pangkal Perjuangan.

“Bila perlu perusahaan membuat sebuah aturan yang tegas. Bila karyawan mengabaikan bisa ada teguran lisan, atau tulisan kemudian ada sanksi bagi yang melanggar,” kata Ketua DPRD Kabupaten Karawang Pendi Anwar dalam sambutan acara deklarasi penanganan dan pencegahan Covid-19 di sebuah hotel di Telukjambe Timur, Kamis (1/10).

Pendi kemudian bercerita soal kondisi Covid-19 di Karawang. Kata dia, ketika Covid-19 melanda dunia  pemerintah daerah membentuk satuan gugus tugas untuk menangani masalah tersebut. Gugus tugas terdiri atas eksekutif, legislatif, yudikatif, insan media, dan masyarakat terlibat dalam penanganan serta pencegahan. Semua lini dilibatkan.

Bahkan, PSBB dan adaptasi kebiasan baru langkah dari gugus tugas untuk mendisiplinkan masyarakat. Alhasil, pada Mei tercatat nol kasus. Suatu keberhasilan dalam mendisiplinkan masyarakat. Namun, sekarang ini muncul klaster perusahaan yang terus meningkat terkonfirmasi. Oleh karena itu, pemerintah harapkan ada suatu kepedulian dari pimpinan perusahaan.

“Jika masyarakat tidak percaya adanya covid. Kemudian mengabaikan anjuran protokoler kesehatan, buktinya sekarang terus bertambah terkonfirmasi. Berarti Covid itu ada. Akibat tidak disiplin, sehingga meledak terkonfirmasi. Jabar posisi kedua setelah DKI, salah satunya dari Karawang. Sebelumnya meledak Jatim,” kata Pendi.

Dalam kaitan itu, dia menegaskan, jika perusahaan mengabaikan protokoler kesehatan ada tindakan tegas dari pemerintah. Sebaliknya, bila perusahaan menjalankan protokoler kesehatan dan disiplin sesuai instruksi, maka pemerintah harus memberikan suatu reward.“Selain mengejar profit, perusahaan juga harus memerhatikan karyawan. Karena karyawan merupakan asset perusahaan yang harus dilindungi. Semoga dengan deklarasi penanganan dan pencegahan covid-19, pihak perusahaan dapat mendisiplinkan lagi protokoler kesehatan.” (red/*)

Komentar

News Feed