oleh

Pengamat: Sangat Aneh Kalau KPK Tidak Geledah Kantor PDIP

-Hukum-83 views

Soal Kasus Suap Pergantian Anggota DPR

MAMAKOTA,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seharusnya berani menggeledah Kantor DPP PDI Perjuangan. Sebab, berdasarkan fakta persidangan, di kantor itu banyak peristiwa yang berkaitan dengan dugaan suap terkait pergantian anggota DPR terpilih 2019-2024.

Pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta Saiful Anam mengemukakan pendapatnya karena melihat rangkaian fakta persidangan dengan terdakwa Saeful Bahri yang merupakan kader PDIP.

“Fakta rangkaiannya jelas, yaitu fakta persidangan Donny (tim hukum DPP PDIP) melakukan transaksi suap di Kantor DPP PDIP Menteng. Mestinya KPK berani geledah Kantor DPP PDIP,” ucap Saiful, Jumat (24/4).

Lebih-lebih lagi, menurut dia, proses pemberian uang yang digunakan untuk menyuap eks komisioner KPU Wahyu Setiawan ada kaitannya dengan internal DPP PDIP. Terutama terkait dengan office boy atau OB Kantor DPP PDIP, Kusnadi, yang disebut sebagai orang dekat Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. “Tentu perannya tidak sembarangan karena OB tersebut bisa menjadi pintu masuk penghubung uang antara Harun Masiku dengan Hasto.” 

Bahkan, lanjut Saiful, Kusnadi yang biasa membuat minuman kopi untuk Hasto tersebut bukanlah orang sembarangan. “Karena hidup mati Hasto bisa berawal dan berujung di tangan OB tersebut. Kalau saja OB tersebut menaruh racun dalam kopi tersebut misalnya, tentu nyawa Hasto taruhannya.”

Berdasarkan fakta persidangan, Saiful berkesimpulan bahwa perkara tersebut dilakukan secara sistematis. “Sangat sistematis untuk menyamarkan uang suap melalui OB si tukang kopi untuk menyamarkan aksinya. Ini bisa jadi hal yang menarik di mana si tukang kopi saja berperan besar untuk menghubungkan uang suap. Sangat aneh apabila KPK tidak menggeledah DPP PDIP. Ada apa dengan KPK? Apakah KPK tidak berani dengan partai penguasa? Atau hal lain?” (*/UG)

Komentar

News Feed