oleh

Pengusaha Ikut Ngeluh, Ribuan Pekerja di PHK

-Berita-181 views

MAMAKOTA,- Di saat wabah corona masih mengintai dan pemutusan hubungan kerja alias PHK terjadi di mana-mana. Gara-gara corona ini, aktivitas ekonomi rakyat terganggu. Banyak perusahaan tutup. Penghasilan tukang ojek, sopir angkot, pedagang kaki lima, tukang bangunan, tukang parkir, pedagang pasar, sampai kuli panggul, berkurang drastis.

Bukan cuma rakyat kecil yang menjerit, pengusaha besar dan pengusaha hotel ikutan mengeluh. Banyak perusahaan akhirnya melakukan PHK lantaran penurunan produksi karena kesulitan bahan baku, penurunan dan pembatalan order, kesulitan pendistribusian produk, kesulitan spare part mesin produksi, sampai penurunan omzet.

PHK paling banyak terjadi DKI. Menurut catatan Dinas Tenaga Kerja DKI, sebanyak 162.416 pekerja dari 18.045 laporan telah di-PHK atau dirumahkan tanpa mendapat upah.

Kepala Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta, Andri Yansyah, merinci, sebanyak 30.137 pekerja dari 3.348 perusahaan di-PHK. Sisanya, 132.279 pekerja dari 14.697 perusahaan dirumahkan tanpa upah.

PHK juga terjadi di Jawa Barat. Disnakertrans Jabar mencatat, ada 43 ribu karyawan dari 502 perusahaan sudah tak kerja lagi. Rinciannya, sebanyak 40.433 pekerja dirumahkan tanpa upah dan 3.030 pekerja terkena PHK. Data ini diambil hanya seminggu, dari 31 Maret sampai 4 April 2020.

Keputusan merumahkan karyawan tidak hanya dilakukan perusahaan. Hotel juga. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Haryadi Sukamdani menerangkan, dalam data yang diterimanya, ada 1.139 hotel tutup. Wakil Ketua Umum PHRI, Maulana Yusran menyebut, jumlah tersebut diperkirakan masih dapat bertambah jika pandemi corona berlangsung berkepanjangan. (*/RM)

Komentar

News Feed