oleh

Perumahan Batan Indah Dinyatakan Bebas dari Zat Radioaktif

CIPUTAT, MAMAKOTA– Kementerian Riset Teknologi/BRIN menegaskan lahan kosong di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, terbebas dari radiasi zat radioaktif. Sebelumnya, Badan Pengawas Teknologi Nuklir (Bapeten) menemukan adanya paparan zat radioaktif hingga 200 mikro sivert.

“Status clearence, artinya daerah itu sudah bebas dari kandungan radioaktif. Itu sudah di bawah ambang batas yang ditetapkan. Sehingga sudah mulai bisa dipakai oleh warga, baik daerah tamannya maupun haltenya,” kata Menristek Bambang Brodjonegoro, di Pusat Pemerintah Tangerang Selatan, Jalan Maruga Kelurahan Serua Ciputat, Kamis (22/10/2020).

Dengan status lahan yang bersih itu, maka kawasan area lahan kosong di Perum Batan Indah dan sekitarnya telah aman dari paparan zat radioaktif. Termasuk, seluruh tanaman, air dan sebagainya telah dibawa ke Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR).

“Jadi sudah aman dan waktu itu juga pohon-pohon yang terkena itu sudah ditebang. Sehingga nanti tidak akan ada efek samping kepada warga di sekitar situ,” tegasnya.

Bambang memastikan, kebocoran limbah radioaktif di lahan kosong Perum Batan Indah itu, bukan akibat kebocoran dari pemanfaatan zat radioaktif, melainkan ulah dari salah satu oknum pegawai nakal.

“Karena kejadian ini bukan karena kebocoran, tetapi karena perbuatan melawan hukum dari orang,” tegasnya.

Seharusnya limbah radioaktif itu ada prosedurnya, nantinya dibuang atau ditaruh di pusat limbah itu. “Ya tidak boleh dibuang sembarangan. Ini ada yang tidak melakukan sesuai prosedur dan itu harus diatur oleh Polisi. Pokoknya itu tugas polisi lah,” katanya.

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany mengapresiasi langkah cepat dan tanggap dari pihak lembaga di bawah naungan Kementerian Riset dan Teknologi. Tim gabungan telah berhasil menanggulangi temuan paparan zat radioaktif di sekitar komplek perumahan Batan Indah, Kademangan, Kecamatan Setu, pada awal 2020 lalu.

“Tapi Alhamdulillah dengan cepat dan begitu sigapnya dari Bapeten maupun Batan dan Puspiptek. Berkoordinasi menyampaikan kepada kami,” kata Airin.

Dia menjelaskan, kasus temuan paparan zat radioaktif di sekitar Puspiptek telah menjadi berita heboh se-Indonesia. Masyarakat sekitar merasa khawatir ada kebocoran zat kimia berbahaya di Batan.

Proses dekontaminasi melalui proses clean-up berupa pengerukan tanah yang terkontaminasi di sekitar perumahan Batan Indah sudah dilakukan secara luar biasa. Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Bambang Brodjonegoro pun sempat berpesan agar tidak panik dan membuat langkah apa yang harus dilakukan.

Airin mengucapkan puji syukur mitigasi pun sudah dilakukan dengan cepat. Sekarang statusnya sudah cleareance. Tentu ini menjadi suatu hal yang nyata bahwa pemerintah bisa menyelesaikan persoalan secara tuntas.

“Kami atas nama masyarakat Kota Tangerang Selatan mengucapakan banyak terima kasih kepada bapak (menristek). Tentu dengan kejadian ini pasti ada hikmahnya dan mudah-mudahan menjadi suatu hal yang pastinya juga kenyamanan bagi masyarakat Tangerang Selatan,” ujar Airin. (ahmad)

News Feed