oleh

Perusahaan Diminta Bikin SOP Cegah Covid-19

-Berita-19 views

KARAWANG,– Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Karawang Yerry Yanuar meminta setiap perusahaan membuat prosedur standar atau SOP untuk pencegahan wabah korona di tempat kerja.

SOP tersebut harus berpedoman pada panduan pencegahan dan pengendalian Covid-19 di tempat kerja perkantoran dan industri, dalam mendukung keberlangsungan usaha pada situasi pandemi yang diterbitkan Kementerian Kesehatan.

“Satu hal panduan yang dibuat Kemenkes ini harus diimplementasikan di tempat kerja. Setiap tempat kerja harus menyusun SOP atau protokol yang lebih membumi lagi sesuai dengan kondisi tempat kerja,” kata Yerry dalam sambutan Sosialisasi Penanganan Covid-19 dan Deklarasi Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Akhsaya Hotel, Kamis pagi (1/10) yang diikuti 52 perusahaan dari tujuh kawasan industri di Karawang, Jawa Barat.

Yerry menjelaskan, berdasarkan data dan fakta di lapangan, 80 persen perusahaan tidak menerapkan disiplin protokol kesehatan Covid-19, sehingga tidak mengherankan klaster industri dapat menjadi bom waktu terkait penambahan jumlah pasien Covid-19 di Karawang.

Menurut dia, perusahaan harus membuat aturan yang sesuai dengan rutinitas serta jenis sektor usaha yang dilakukan demi mencegah penyebaran virus korona antarkaryawan. Setiap perusahaan juga harus melihat besar kecil risiko penularan di tempat kerja. Selain itu, perusahaan juga harus memfasilitasi tempat kerja yang aman dan sehat. Pjs Bupati meminta perusahaan rutin melakukan pengawasan terhadap lingkungan tempat kerja.

“Paling tidak di perkantoran, misalnya di perkantoran pemerintah ada di bagian kepegawaian dan bagian umum yang harus mempersiapkan ini,” katanya.

Dia menambahkan perusahaan juga perlu melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran virus korona kepada karyawan. Edukasi adalah hal yang penting, karena banyak karyawan yang tidak mengerti tentang pencegahan penularan korona. Perusahaan dapat bekerja sama dengan dinas kesehatan setempat dalam memberikan edukasi terkait Covid-19.

“Tempat kerja harus melakukan sosialisasi dan edukasi pekerja terkait karena seringkali kita sering kali menemukan para pekerja kurang paham,” pungkasnya. (Red/*)

Komentar

News Feed