oleh

Presiden PKS Bukan Sohibul Lagi

-Politik-76 views

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengganti presiden tanpa keributan. Pelaksanaan musyawarah pemilihannya pun baru diketahui pada hari H.

Pemilihan presiden itu dilakukan melalui Musyawarah Majelis Syuro PKS di Bandung, Jawa Barat. Dalam musyawarah ini, Akhmad Syaikhu terpilih menjadi Presiden PKS yang baru menggantikan Sohibul Iman.

Pelaksanaan musyawarah sebenarnya mundur dari jadwal semua. Awalnya, musyawarah akan digelar April 2020. Sebab, kepengurusan DPP PKS periode 2015-2020 habis pada Agustus 2020. Karena ada pandemi Covid-19, pelaksanaan musyawarah dimundurkan. Namun, DPP PKS tidak pernah mengabarkan jadwal pelaksanaan musyawarah. Tiba-tiba, kemarin, Musyawarah Majelis Syuro sudah berlangsung. Menurut panitia, musyawarah itu berlangsung 2-5 Oktober. Yang hadir secara fisik 66 orang, sisanya lewat virtual.

Pelaksanaan musyawarah kali ini jauh dari ingar-bingar. Dalam foto yang diunggah di akun Twitter @PKSejahteran kemarin, hanya 10 orang yang berdiri di atas panggung seusai musyawarah berlangsung. Agenda utama musyawarah itu adalah pemilihan Ketua Majelis Syuro. Dalam pemilihan ini, Salim Segaf Al Jufrie kembali terpilih untuk periode kedua. Setelah pemilihan ini berlangsung, kemudian Majelis Syuro menunjuk Ahmad Syaikhu menjadi Presiden PKS menggantikan Sohibul Iman dan Habib Aboe Bakar Alhabsyi menjadi Sekjen PKS menggantikan Mustafa Kamal.

Sohibul Iman punya jabatan baru. Bersama Ahmad Heryawan dan Suharna Surapranata, dia terpilih sebagai Wakil Ketua Majelis Syuro. Kemudian, Untung Wahono sebagai Sekretaris Majelis Syuro. Suswono sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Pusat, Surahman Hidayat sebagai Ketua Dewan Syariah Pusat, dan Mahfudz Abdurrahman sebagai Bendahara Umum DPP.

“Alhamdulillah, Sidang Musyawarah Majelis Syuro berjalan lancar. Anggota Majelis Syuro PKS yang hadir telah melaksanakan kewajiban syuranya secara baik dan memilih kader-kadernya untuk penugasan menjayakan partai 5 tahun ke depan,” kata Salim Segaf, dalam sambutan, setelah ditetapkan sebagai Ketua Majelis Syuro.

Sohibul mengatakan, sudah menjadi tradisi di PKS, jabatan presiden partai hanya satu periode. Tujuannya, untuk regenerasi dalam menjalankan tugas kepemimpinan. Dia memandang, Syaikhu sebagai salah satu kader terbaik partai, sehingga layak menjadi Presiden PKS. “Beliau pribadi yang santun, berintegritas dan totalitas dalam berjuang.”

Dipuji begitu, Syaikhu merendah. Dia memastikan siap melanjutkan perjuangan Sohibul. Apalagi, Indonesia tengah mengalami krisis kesehatan, ekonomi, dan kepemimpinan nasional. Sejumlah faktor ini yang membuat dirinya harus optimis melewati rentetan ujian. Tentu sebagai pelopor dalam membela kepentingan rakyat.

Bagaimana sikap PKS selanjutnya? Syaikhu memastikan, partainya konsisten menjadi oposisi. Meski demikian, dia berjanji PKS berkomitmen menjadi partai yang siap menyelesaikan permasalahan yang membebani rakyat.

“PKS akan hadir sebagai bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah,” ucap mantan Cawagub Jawa Barat ini.

Politikus PKS Mardani Ali Sera menceritakan proses penunjukan Syaikhu. Kata Mardani, Syaikhu sempat menangis dan meminta orang lain saat ditunjuk sebagai Presiden PKS. Tak ada perdebatan. Suasana sidang menggambarkan kekeluargaan yang erat.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengakui, PKS adalah partai yang adem ayem. Tidak heboh seperti partai-partai lain saat proses pergantian ketua umum. Sebab, PKS punya mekanisme sendiri, yang diatur oleh Majelis Syuro sehingga prosesnya lebih tertib.

“Otomatis nggak ada gesekan. Sangat patuh mereka sama Majelis Syuro-nya. Jadi, ya begitu emang. Nggak ada ingar-bingarnya. Pergantian dari Sohibul Iman ke Akhmad Syaikhu biasa-biasa aja kan. Karena emang ditentukan oleh Majelis Syuro secara musyawarah mufakat. Semuanya amin, mudah-mudahan baik semua. Gitu kan?” kata Hendri. (Red/*)

Komentar

News Feed