oleh

Program Paslon Walkot Dinilai Masih Membingungkan

-Politik-23 views

TANGSEL, MAMAKOTA– Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) bersama Kajian Politik Nasional (KPN) menyelenggarakan debat kandidat calon kepala daerah Kota Tangerang Selatan. Debat digelar untuk mengetahui tentang sosok calon yang berkompetisi serta program yang ditawarkan masing-masing Paslon.

“Ini bukan lomba cerdas-cermat sehingga ada yang menang dan kalah. Acara ini inisiatif kami (KPN) bersama SMSI agar masyarakat TangSel lebih paham program masing-masing paslon. Sebab hasil pemantauan kami di lapangan, masih ada yang tidak tahu bahwa akan ada pilkada di Tangsel ini,” ujar panelis yang juga Direktur Kajian dan Riset KPN Tamil Selvan, usai acara debat di Kantor SMSI, Kamis (12/11/2020).

Tamil mengatakan bahwa dalam hasil pemantauan tim nya, masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui tentang sosok calon yang berkompetisi apalagi program yang ditawarkan. Menurutnya, ada program-program unggulan dari para paslon yang masih membingungkan masyarakat.

Bahkan ada paslon yang memiliki program yang sama. Sehingga perlu pendalaman agar masyarakat tahu perbedaan antar program paslon sehingga masyarakat dapat lebih yakin dalam memberikan suaranya.

“Ada program yang sama, dan banyak yang bikin bingung, bahkan memunculkan kecurigaan di masyarakat. Seperti program paslon 1 dan 2, yang sama-sama memberikan dana dan intensif untuk RW dan RT. Nah kalau ada dana pembangunan langsung begini Musrembang kan jadi kacau, Bappeda juga binggung,” ujarnya.

Lalu paslon 3 ingin membangun gedung UMKM di areal kantor pemkot, lokasi yang jauh dari market dan pelaku UMKM. “Nah kan jadi bingung lagi. Ini yang perlu dijelaskan sejelas-jelasnya ke masyarakat,” jelasnya.

Direktur Eksekutif KPN Miftahul Adib yang bertindak sebagai moderator debat mengatakan bahwa persentase masyarakat rasional dan irasional di Kota Tangerang Selatan memiliki besaran yang sama, sehingga perlu dilakukan strategi yang tepat agar informasi tentang para paslon dapat diketahui dengan baik.

“Kalau untuk masyarakat irasional, para paslon sudah jago lah, setiap hari tim nya turun ke lapangan. Tapi untuk pemilih rasional, perlu diadakan debat seperti ini agar mereka dapat mengerti dengan jelas program masing-masing paslon, dan akhirnya memutuskan untuk menyalurkan hak suaranya 9 Desember nanti,” tutur Adib. (ahmad)

News Feed