oleh

Puan Diserang, Puan Dibela

-Politik-1.341 views

Terkait Matinya Mik di Rapat Ciptaker

JAKARTA,- Aksi Ketua DPR Puan Maharani mematikan mikrofon di saat anggota DPR dari Partai Demokrat sedang berbicara menjadi sorotan. Di dunia maya peristiwa itu menjadi viral. Di dunia nyata, orang-orang Demokrat protes keras. Mereka menyerang putri Megawati Soekarnoputri itu dan hubungan Demokrat dan PDI Perjuangan pun memanas.

Insiden Puan mematikan mikrofon itu terjadi saat sidang paripurna pengambilan keputusan terkait pengesahan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker), Senin (5/10). Rapat dipimpin Wakil Ketua DPR, Aziz Syamsuddin.

Orang-orang Demokrat yang menyatakan sikap menolak pengesahan RUU Ciptaker, bergantian menyampaikan protes. Anggota Fraksi Demokrat Benny K Harman mengawali berbicara. Interupsi dilanjutkan oleh Irwan Fecho. Irwan meminta pengambilan keputusan ditunda karena mengarah kepada perusakan lingkungan, merugikan buruh, dan lain-lain. Irwan masih ingin nyerocos, tetapi belum lagi omongannya selesai, tiba-tiba miknya mati.

Kawan-kawan, kalau mau dihargai, tolong …, suara Irwan terputus sebelum menyelesaikan kalimatnya. Azis lalu mengambil alih rapat dan menyatakan pengambilan keputusan RUU Ciptaker sudah melalui proses. Demokrat ikut serta dalam pembahasan dan karena itu ia minta tidak mengulang lagi di rapat paripurna. Interupsi dari Fraksi Demokrat terus berdatangan. Namun, karena diabaikan Demokrat akhirnya memilih walk out.

Belakangan, insiden mik mati terungkap dari potongan video TV Parlemen. Saat Irwan bicara tampak Azis bicara ke arah Puan. Tak lama, Puan langsung menekan sesuatu di depannya. Bersamaan dengan itu, suara Irwan tak terdengar lagi.

Hal ini dijadikan amunisi bagi politisi Demokrat menyerang Puan. Ketua Bappilu Partai Demokrat, Andi Arief langsung menyindir Puan. Anggota Fraksi Demokrat sedang bicara, tiba-tiba mik dimatikan. Dulu, kau menangis saja kami berikan tampungannya dalam wajan-wajan penghormatan. Puan Maharani, tulis Andi di akun @AndiArief__.

Tak terima Puan diserang, sejumlah kader Banteng pasang badan. Politisi PDIP Arteria Dahlan meminta Andi Arief tidak kurang ajar terhadap Puan sebagai pimpinan lembaga negara. Kami saja menaruh penghormatan yang tinggi pada Mas Ibas dan Mas AHY. Seyogyanya Pak Andi Arief melakukan hal yang sama, ujar Arteria.

Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto ikut membela Puan. Menurutnya, pimpinan sidang memang punya kewenangan menghentikan jalannya sidang jika tak kondusif. Soal mik yang mati, menurut Bambang, kala itu, Azis merasa perlu untuk menghentikan interupsi dari anggota Fraksi Demokrat yang dinilainya melenceng dari tata tertib. Karena itu, Azis pun meminta bantuan agar Puan mematikan mik tersebut.

Karena itu miknya ada di meja pimpinan. (Azis) minta tolong ke Mbak Puan, tolong itu dimatiin itu, kata Bambang, kepada wartawan, kemarin. Disuruh berhenti nggak mau. Ya dimatiin dari meja pimpinan mik-nya, ucap Bambang.

Apa komentar Aziz? Politisi Golkar ini angkat bahu saat ditanya soal ini. Dia memang berbicara kepada Puan agar tidak terjadi suara ganda. Saat itu, Azis mengaku tidak bisa mendengar suara di forum paripurna. Ibarat kalau kita main zoom meeting, antara laptop satu dengan laptop yang lain sama-sama suaranya dibuka, kan voice-nya jadi doubling, kata Azis di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Soal mik yang mati setiap lima menit, Azis menyarankan sebaiknya hal itu ditanyakan kepada Sekjen DPR Indra Iskandar. Indra kemudian memberikan penjelasan kepada wartawan soal insiden tersebut. Dia bilang, jika sampai dimatikan mikrofonnya, itu hanya untuk menertibkan lalu lintas interupsi. Pimpinan punya hak mengatur jalannya rapat, kata Indra. (Red/*)

Komentar

News Feed