oleh

Rencana Jakarta Lockdown, Kapolda Kirim Surat Telegram Rahasia

-Berita-120 views

MAMAKOTA,- Di tengah rencana Anies melakukan lockdown, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengirim Surat Telegram Rahasia (STR) ke jajarannya.

Dalam telegram bernomor STR/414 / III/OPS.2./2020 tertanggal 28 Maret 2020 ini, Nana memerintahkan jajarannya membuat rencana pengamanan penutupan akses keluar masuk Jakarta. Akses yang ditutup mulai dari jalur arteri hingga jalan-jalan kecil.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus membenarkan soal adanya STR itu. Hanya saja, STR itu bukan untuk melakukan lockdown. Melainkan simulasi atau latihan.

“Rencana akan latihan atau simulasi, bukan lockdown atau karatina,” ucapnya, kepada wartawan, kemarin. **Baca juga: Anies Minta Lockdown ke Presiden

Yusri menjelaskan, jajaran di setiap wilayah diminta memberikan data akses masuk Ibu Kota. Semua data itu dikumpulkan untuk dibahas dalam rapat yang akan digelar hari ini. “Jadi, apa pun keputusan besok (hari ini, red), kami sudah siap.”

Yusri juga memastikan, sampai saat ini, belum ada keputusan soal lockdown atau karantina wilayah. “Tapi, kalau pemerintah mau laksanakan, silakan. Kita sudah latihan.”

Dihubungi terpisah, Direktur Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menyebut, Ditjen Hubdar akan menggelar rapat terkait rencana peraturan pembatasan kendaraan yang keluar-masuk Jakarta. Rapat akan diikuti Plt Menteri Perhubungan Luhut Binsar Panjaitan. **Baca juga: Ganjar Imbau Warganya Agar Tak Mudik

Ditjen Hubdar juga telah menyiapkan regulasi terkait rencana pembatasan tersebut. Kendaraan apa saja yang masih boleh masuk dan yang tidak. Seperti kendaraan logistik dan sembako, tidak boleh terganggu. Hanya saja, ia enggan menjawab lebih rinci.

“Tunggu saja besok (hari ini, red) setelah rapat,” kata Budi, kemarin.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga bersuara. Sekjen MUI Anwar Abbas menyarankan Presiden segera melakukan lockdown atau karantina kewilayahan total di seluruh penjuru negeri sebagai upaya menghentikan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Dia juga meminta pemerintah melakukan realokasi seluruh atau sebagian anggaran infrastruktur untuk digunakan menangani virus korona. Anwar berharap, pemerintah fokus menangani pandemi ini. “Mengalihkan seluruh dan atau sebagian anggaran yang diperuntukkan bagi desa dan kelurahan untuk menolong rakyat setempat selama masa lockdown.”  (*/UG)

News Feed