oleh

Respons Presiden, Kapolri Geser Dua Jenderal

-Hukum-19 views

Buntut Pelanggaran Prokes di Petamburan

MAMAKOTA,- Kapolri Jenderal Idham Aziz mengambil sikap tegas terkait kerumunan yang terjadi di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat, dalam sepekan kemarin. Jenderal bintang empat itu mencopot Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat.

Sikap galak diambil Kapolri karena dua jenderal polisi bintang dua itu dianggap tidak tegas menangani pelanggaran protol kesehatan di wilayah kekuasaannya.

Pencopotan kedua jenderal bintang dua itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/3222/XI/ KEP./2020 tanggal 16 November 2020. Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana digeser menjadi Koordinator ahli Kapolri. Posisi yang ditinggalkannya digantikan Irjen Fadhil Imran yang semula menjabat Kapolda Jatim.

Sementara Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi digeser menjadi Widekswasra Tingkat Satu pada Sekretaris Pimpinan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Sespim lemdiklat) Polri. Jabatannya dipegang Irjen Ahmad Dhofiri yang semula menjabat Asisten logistik (Aslog) Kapolri.

Kadiv Humas Polri Irjen argo Yuwono menjelaskan, kedua kapolda itu dianggap tidak melaksanakan perintah dalam menegakkan protokol kesehatan.

Maka diberikan sanksi pencopotan, ujar Argo di Mabes Polri, Jakarta, kemarin.

Bukan hanya dua kapolda, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto dan Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy dicopot. Kombes Heru digeser sebagai Analis Kebijakan Madya Brigade Mobil Korps Brimob Polri. Posisinya digantikan Kombes Hengki Haryadi yang semula menjabat Analis Kebijakan Madya Pidana Ekonomi Khusus (Pideksus) Bareskrim Polri. Sementara AKBP Roland digeser jadi Wadirkrimsus Polda Jabar. Dia digantikan AKBP Harun yang semula menjabat Kapolres Lamongan.

Argo memang tak menjelaskan soal pencopotan dua kapolres ini. Tapi, keduanya diduga kuat dicopot karena tak bisa mencegah kerumunan massa yang terjadi di wilayahnya.

Kapolres Jakpus diduga tidak mampu mencegah kerumunan saat Rizieq Shihab menggelar acara peringatan Maulid Nabi serta pernikahan putrinya pada Sabtu (14/11) dan Minggu (15/11). Sementara Kapolres Bogor dianggap tidak mampu mencegah massa dalam peringatan Maulid Nabi di Megamendung, Puncak, Bogor yang dihadiri Rizieq Shihab, Jumat (13/11). Ribuan orang tumplek blek di sana.

Beberapa jam sebelum Argo menggelar konferensi pers pencopotan dua kapolda dan dua kapolres ini, Presiden Jokowi meminta Kapolri Jenderal idham Azis, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid19 Letjen Doni Monardo menindak tegas para pelanggar protokol kesehatan.

Tak lama, Menkopolhukam Mahfud MD secara terpisah juga menyampaikan soal ancaman sanksi bagi aparat yang tak tegas menegakkan protokol kese hatan. Bahkan, Mahfud sampai tiga kali menekankan kalimat tentang sanksi kepada aparat keamanan.

Pemerintah minta tidak ragu dan bertindak tegas dalam memastikan protokol kesehatan dapat dilakukan dengan baik, kata Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, kemarin.

Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu juga mengaku sudah memperingatkan Anies Baswedan. Sebab, kewenangan menegalkan aturan protokol kesehatan itu, ada di tangan Anies sebagai Gubernur DKi Jakarta, bukan pemerintah pusat. Penegakan protokol kesehatan di ibu Kota, sekali lagi, penegakan protokol kesehatan di Ibu Kota, merupakan kewenangan Pemprov DKI Jakarta berdasar hierarki kewenangan dan peraturan perundang-undangan. (red/usman)

News Feed