oleh

RUU Ciptaker Dinilai Bisa Pulihkan Ekonomi

-Berita-97 views

MAMAKOTA,- Gelombang pe­mutusan hubungan kerja (PHK) ter­us terjadi di berbagai daerah sebagai dampak langsung pandemik Cov­id-19. Jumlahnya diprediksi menca­pai jutaan hingga pandemi berakhir.

Pengamat menilai RUU Cipta Ker­ja (Ciptaker) dapat menjadi salah satu jawaban bagi pemerintah yang butuh terobosan untuk mengatasi situasi ini. Seperti yang dikatakan M Imdadun Rahmat, Direktur Said Aqil Siradj (SAS) Institute kepada media di Tangerang, Rabu (15/04).

Menurutnya, Indonesia dikenal den­gan iklim investasinya yang buruk karena birokrasi yang tidak efisien dan maraknya korupsi. Ditambah lagi saat ini ada pandemi Covid-19. “Recovery ekonomi pasca COVID-19 sangat berat. Jadi secara teoritis, ya bisa jadi jawaban,’’ katanya.

Pernyataan ini sekaligus mere­spons penjelasan pemerintah dalam rapat dengan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Selasa (14/04). Dalam penjelasannya kali ini, pemerintah mengunakan isu seputar dampak Covid-19 sebagai latar belakang. Bahwa selain menimbulkan banyak korban jiwa, wabah juga memukul perekonomian dunia, tak terkecuali Indonesia.

Akibat wabah ini, proyeksi per­tumbuhan ekonomi nasional turun dari 5,3 persen berdasarkan APBN 2020, menjadi hingga 2,3 persen dalam skenario dampak berat, bah­kan hingga minus 0,4 persen untuk skenario sangat berat. Jumlah pen­gangguran pun diprediksi meningkat hingga lebih 5,23 juta orang untuk skenario sangat berat. (*/SN)

Komentar

News Feed