oleh

Santri Harus Tetap Jaga Kesehatan

-Berita-26 views

SERPONG, MAMAKOTA– Para santri diimbau agar tetap menjaga kesehatan. Terlebih saat ini sedang mewabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Abdul Rojak menerangkan, pada Hari Santri Nasional ini para santri harus tetap belajar mencari semua ilmu. Di Tangsel sendiri, ada 73 pondok pesantren. Hal itu menunjukkan begitu banyaknya jumlah santri di Kota itu.

“Untuk para santri tetap jaga kesehatan. Tetap terapkan protokol kesehatan di masa pandemi ini dan yang pasti terus belajar mencari semua ilmu,” pesan Rojak, Kamis (22/10/2020).

Baginya, santri adalah garda terdepan dalam memperjuangkan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Oleh karena itu, sudah seharusnya negara mengapresiasi dan memberikan tempat yang terhormat pada kaum santri dengan kebijakan yang berpihak dan tersedianya anggaran yang pantas untuk kemajuan dan pengembangan kemajuan santri,” ujarnya.

Momentum peringatan Hari Santri Nasional pada, Kamis (22/10/2020), ini juga diharapkan menjadi ajang introspeksi dalam implementasi pendidikan agar tidak ada lagi kekerasan di lingkungan pondok pesantren (ponpes)

Rojak meminta tak ada lagi kekerasan dalam pendidikan di ponpes. “Jangan ada lagi kekerasan di lingkungan pendidikan pondok pesantren,” katanya.

Hal itu lantaran sebelumnya ada kasus soal tindak kekerasan di dalam pendidikan ponpes. Peristiwa itu mencuat setelah adanya sejumlah santri yang melapor ke Polsek Pamulang pada Jumat (2/10/2020).

Akibatnya, empat orang ustaz atau guru dari salah satu ponpes di Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, telah ditetapkan sebagai tersangka.

Rojak menilai kasus tersebut bersifat kasuistik dan perlu didalami permasalahan sebelumnya. “Okelah kita sepakat itu kekerasan, memang tidak dibenarkan. Tapi kita juga harus berpikir dibalik itu ada sabab-musabab, alasan, tidak bisa dilihat satu perspektif. Harus multi perspektif dalam melihat permasalahan itu,” papar Rojak.

Menurutnya, peringatan Hari Santri ini menjadi momentum bagi seluruh elemen ponpes, pimpinan, kiai dan terutama santri untuk introspeksi.

Ini sebagai introspeksi muhasabah terhadap perjalanan ponpes, santri, dan para kiai selaku pemangku pimpinan ponpes,” pungkasnya.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengingatkan agar para santri tetap menggunakan maskernya, menjaga jarak dan mencuci tangan.

“Saya minta anak anak santri maskernya di pakai sampai menutupi hidungnya. Jangan hanya mulutnya saja yang di tutupi. Cara menghadapi covid itu kuncinya bagaimana tetap menerapkan protokol kesehatan. Sudah pada cuci tangan belum nih?” tanya Airin.

Tak hanya itu, Airin juga mengingatkan masa perjuangan peran para santri saat memperjuangkan dan merebut kemerdekaan republik Indonesia. “Peran santri cukup besar dalam berjuang merebut kemerdekaan republik Indonesia. Pandemi covid kita yakini bukanlah bagian dari musibah, tapi merupakan ujian. Kalau ini adalah ujian, artinya kita bisa lulus dari ujian karena kekuatan Allah,” tambahnya. (ahmad)

News Feed