oleh

Sekjen Partai Golkar: Trump Atau Biden yang Menang, Indonesia Tetap Sahabat AS

-Politik-48 views

MAMAKOTA,- Amerika Serikat sedang menunggu hasil pemilihan presiden. Sejauh ini, capres asal Partai Demokrat, Joe Biden, unggul jauh atas calon capres petahana asal Partai Republik, Donald Trump. Namun, siapa pun yang jadi, Partai Golkar yakin Indonesia akan tetap menjadi sahabat AS.

Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus menyatakan, keyakinian ini didasari atas sikap Indonesia yang selalui mendahulukan kepentingan nasional di dalam diplomasi internasional.

Jadi, kita bekerja sama dengan siapa saja untuk mewujudkan kepentingan nasional dan menciptakan perdamaian dunia. Itu sikap kita sesuai dengan prinsip bebas aktif yang kita anut, ucapnya, dalam diskusi bulanan Balitbang Partai Golkar yang digelar secara daring, Kamis (5/11).

Menariknya, diplomasi dengan Amerika ini erat kaitannya dengan keamanan Laut Cina Selatan. Amerika dan Cina, saat ini dalam posisi perang dagang, dan memperebutkan area penting ini. Dikhawatirkan, ini akan menjadi arena perang.

Lodewijk menegaskan, Indonesia sebagai negara terbesar dan pemimpin Masyarakat ASEAN di bidang keamanan dan politik menekankan kepatuhan terhadap kerangka internasional. Di antaranya, deklarasi UNCLOS yang mengatur batas wilayah laut sebuah negara.

Ketua Balitbang Jerry Sambuaga mengatakan, Indonesia mengedepankan konsep diplomasi multitrack guna menjaga perdamaian. Indonesia memiliki aturan yang memungkinkan semua pihak untuk melakukan hubungan luar negeri. Tentu dengan batasan aturan nasional. Tetapi pada intinya, semua pihak diberikan ruang untuk itu, termasuk partai politik, kata Jerry.

Pernyataan mantan anggota Komisi I DPR itu diamini anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar, Dave Laksono. Dave berpendapat, partai politik bisa turut mengembangkan hubungan yang mengangkat wacana dialog, perdamaian dan kemanusiaan serta kesejahteraan dengan mitra-mitra mereka di luar negeri. Hubungan intensif antar pelaku politik di sebuah negara diyakini akan menjadi jembatan dialog disamping diplomasi-diplomasi formal yang dilakukan oleh Lembaga negara dan pemerintahan. (red/usman) 

News Feed