oleh

Sidang 1500 Pidana Umum Digelar Online

-Hukum-116 views

MAMAKOTA,- Jaksa Agung ST Burhanuddin menantang Kepala Kejaksaan Tinggi se-Indonesia bisa menjalani sidang secara online di tengah wabah virus corona. Hingga Selasa (31/3), total 1.509 perkara pidana umum dan 7 perkara korupsi disidangkan secara online, dan dilakoni 303 kejaksaan negeri (kejari) dari seluruh Indonesia.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM Pidum) Sunarta mengatakan, rata-rata setiap Kejari menangani 3-10 perkara pidana umum. Akan tetapi, ada pula kejari yang sudah menjalani lebih dari 10 sidang online. Namun, ada juga beberapa kejari yang telah menyidangkan di atas 10 perkara secara online.

Seperti Kejari Kabupaten Cirebon 16 perkara, Kejari Surabaya 20 perkara, Kejari Kabupaten Bekasi 45, dan terbanyak Kejari Medan telah menyidangkan 160 perkara. Di Kejari Medan, hingga Senin (30/3), sebanyak 60 perkara pidana umum telah disidangkan secara online.

Sedangkan pada Selasa (31/3), 100 perkara pidana umum telah berhasil disidangkan secara online. Hal ini karena Pengadilan Negeri Medan menyediakan dua ruang sidang online, yaitu di aula dan di ruang video conference (vicon) pengadilan.

Menurut Sunarta, hal ini dapat terjadi berkat koordinasi yang baik antara Kejari Medan, Pengadilan Negeri Medan dan Rutan Tanjung Gusta, Medan. Ia menjelaskan, sidang secara online ini, tidak memerlukan tahanan untuk hadir di persidangan. Saat sidang, hakim berada di ruang sidang tersendiri. Sedangkan jaksa di ruang terpisah di pengadilan dengan saksi-saksi. Terdakwa tetap di Rutan Tanjung Gusta.

Sementara, berdasarkan laporan Kepala Pusat Data Kriminal dan Teknologi Informasi (Kapusdaskrimti) Kejagung Didik Farkhan Alisyahdi, terdapat tujuh perkara tindak pidana korupsi dari tujuh kejari yang sudah disidangkan secara online.

Masing-masing kejari yang menyidangkan perkara korupsi itu adalah Kejari Bandung (Jabar), Timor Tengah Selatan (TTS) di NTT, Kejari Konawe (Sultra), Kejari Serang (Banten), Kejari Manokwari (Papua Barat), dan Kejari Karangasem (Bali).

Sebelumnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin menantang semua kepala kejaksaan tinggi menggelar sidang dalam bentuk video conference di tengah pandemi corona. Burhanuddin ingin sistem ini dapat diterapkan semua kejaksaan tinggi se-Indonesia.

“Saya tantang para kajati se-Indonesia agar mulai hari ini bisa berkoordinasi dengan jajaran pengadilan dan lapas di daerah. Bagaimana caranya dapat melaksanakan sidang dengan menggunakan video conference. Bagi kejaksaan tinggi yang sudah berhasil menggelar sidang melalui video conference agar segera membuat laporan ke saya untuk kemudian dapat diterapkan se-Indonesia,” kata Burhanuddin, Selasa (24/3). (*/RM)

Komentar

News Feed