oleh

Simbol Keprihatinan, Tenaga Medis Kenakan Pita Hitam

-Berita-132 views

MAMAKOTA,- Insiden peno­lakan jenazah perawat korban Co­vid-19 di Ungaran, Jawa Tengah, be­berapa hari lalu menjadi perhatian tenaga medis di Kota Tangerang. Sebagai simbol keprihatinan seba­gian tenaga medis di Kota Tangerang mengenakan pita hitam.

“Kami prihatin dan menyesalkan atas kejadian penolakan dari warga terhadap jenazah teman sejawat kami,” ungkap Ihwan, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Tangerang, Sabtu (11/4).

Ihwan menerangkan, aksi para perawat mengenakan pita hitam ini dilakukan secara nasional selama beberapa hari ke depan. Terhitung dari tanggal 10-14 April 2020 khusus Kota Tangerang. “Di Kota Tangerang sejauh ini belum ada jenazah warga maupun perawat yang meninggal dengan status penderita Covid-19 di­tolak,” ujarnya.

Sementara, akademisi Ilmu Keperawatan Universitas Muham­madiyah Tangerang Alpan Habibi mendukung langkah dari PPNI Jawa Tengah. Mereka tetap memproses penolakan jenazah tersebut ke ra­nah hukum, walau pelaku sudah meminta maaf.

“Saya pribadi, mendukung upa­ya PPNI Jawa Tengah, yang tetap melanjutkan proses hukum perkara penolakan jenazah perawat yang positif COVID-19,” katanya. Upaya proses hukum tersebut, kata dia, se­bagai pelajaran bagi siapa saja yang tega melakukan penolakan terha­dap jenazah positif Covid-19 siapa­pun apalagi perawat, yang termasuk pejuang kemanusiaan.

“Upaya terse­but agar bisa dijadikan pelajaran bagi siapapun, agar tidak melakukan aksi penolakan yang dinilai tega tidak berprikemanusiaan, bagi jenazah Covid-19 di mana saja,” pungkasnya. (*/UG)

News Feed