oleh

Terlantar, Korban PHK Tinggal di Rumah Singgah

-Berita-16 views

SETU, MAMAKOTA– Lamanya masa pandemi Covid-19, membuat banyak warga alami kesusahan. Ada yang usahanya bangkrut dan ada juga yang terlantar hingga jadi gelandangan lantaran di-PHK oleh perusahaan.

Salah satunya Arif (38) warga yang terkena dampak PHK. Dia mengaku tak sanggup membayar kontrakan dan akhirnya dia pun terlantar tinggal di jalanan. Saat ada razia satpol PP,  dia terjaring dan diangkut oleh petugas. Kini dia terpaksa tinggal di rumah singgah milik Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan.

“Saya jadi korban PHK di masa pandemi ini, mau nyari kerja lagi susah. Jangankan membayar kontrakan, untuk makan saja saya tidak punya uang, terpaksa saya hidup di jalan,” ujar Arif saat ditemui di rumah singgah, di Komplek Perkantoran Pemerintahan, Jalan Raya Serpong, Kecamatan Setu, Selasa (27/10/2020)

Noval (29) salah satu perawat rumah singgah mengatakan pasien yang ada  biasanya hasil operasi Satpol PP di jalanan. “Kalau di masa pandemi ini biasanya pasien kami rapid test dulu, kalau dinyatakan non-reaktif baru kita terima,” kata Noval.

Saat ini di dalam rumah singgah tersebut terdapat lima orang pasien. Masing-masing tiga laki-laki dan dua perempuan. Berbagai macam masalah yang dialami, mulai dari ODGJ sampai orang terlantar yang terkena PHK di masa pandemi ini.

Diketahui, Pemerintahan Kota (Pemkot) Tangerang Selatan melalui Dinas Sosial manyiapkan rumah singgah bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) seperti gelandangan, anak jalanan, orang terlantar, serta orang dalam gangguan jiwa (ODGJ). (ahmad)

News Feed