oleh

Tiga Aktivis KAMI Terancam Enam Tahun Penjara dan Denda Rp 1 M

-Hukum-13 views

MAMAKOTA,- Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah menetapkan tiga aktivis sebagai tersangka pelanggaran Undang-Undang ITE. Yakni, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan Anton Permana.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono menyatakan, ketiga aktivis ini sudah menjadi tersangka dan ditahan.
“Sudah ditahan. Ketiganya sudah jadi tersangka,” kata Awi di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (14/10).

Namun, Awi belum merinci kasus yang menjerat ketiga aktivis itu. Rencananya, polisi akan merilis secara resmi kasus tersebut, hari ini Kamis (15/10).

Sebelumnya ada delapan aktivis yang ditangkap, yakni Juliana, Devi, Wahyu Rasari Putri, Khairi Amri, Kingkin Anida, Anton Permana, Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat. Mereka ditangkap di Medan Sumatera Utara, Jakarta, Depok, dan Tangerang Selatan dalam rentang waktu 9-13 Oktober 2020.

Kemudian lima aktivis, yakni Juliana, Devi, Wahyu Rasari Putri, Ketua KAMI Medan Khairi Amri, dan eks caleg dari PKS Kingkin Anida telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka terkait adanya penyebaran hoaks yang memicu unjuk rasa menentang Undang-Undang Cipta Kerja. Para tersangka akan dijerat Pasal 45 A Ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2014 tentang ITE dan atau Pasal 160 KUHP tentang penghasutan. Para tersangka juga terancam hukuman enam tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. (Red/*)

Komentar

News Feed