oleh

Tolak Jenazah Korban Covid-19 Tidak Islami

-Berita-266 views

MAMAKOTA,- Sekertaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu`ti menyesalkan adanya penolakan pemakaman jenazah korban Covid-19. Dia meminta masyarakat tidak berlebihan.

Penolakan pemakaman jenazah korban Covid-19 memang banyak terjadi. Tidak hanya oleh warga sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU), tapi juga tukang gali kubur hingga sopir ambulans. Mereka parno, ketakutan tertular. Setelah di Bandar Lampung, Makassar, Bogor, Depok, kemarin ada lagi berita soal penolakan jenazah pasien Covid-19, yaitu di Banyumas dan Sidoarjo.

“Masyarakat hendaknya tidak berlebihan dalam menyikapi mereka yang terpapar virus korona, baik yang masih dalam pantauan, sakit, atauwafat. Mereka tetap harus kita perlakukan secara manusiawi dengan penuh penerimaan dan kasih sayang,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (2/4).”

Jika mereka beragama Islam, hak mereka sebagai muslim harus kita tunaikan. Salah satunya apabila ada yang meninggal kita rawat sebagaimana tuntutan syariat: dimandikan, dikafani, disalatkan, dan dimakamkan.”

Karena kondisi korban yang positif Covid-19, tambahnya, tentu tidak semua berkewajiban melakukan penulasaran itu. Kewajiban itu bersifat fardu kifayah. Cukup diwakili oleh petugas medis atau keluarga yang sangat dekat apabila sehat dan kuat.

“Menolak jenazah korban Covid-19 bukanlah perilaku islami. Tugas kita justru membangkitkan optimism keluarga yang ditinggalkan dan menerima mereka sebagai bagian dari masyarakat. Mereka sudah berat menanggung musibah dan beban itu hendaknya kita ringankan dengan membantu dan menerima mereka dengan sepenuhnya.” (*/UG)

News Feed