oleh

Tujuh Pasien Sembuh Diisolasi di BLK Disnakertrans Karawang

-Berita-142 views

Fitra: Total Positif Covid-19 110 Orang    

MAMAKOTA,- Kabar menggembirakan hari ini: di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kembali tercatat ada tujuh pasien sembuh dari virus korona. Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Penyebaran Covid-19 Karawang Fitra Hergyana menjelaskan, mereka kini sudah menjalani isolasi di Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Karawang.

Sekalipun begitu, terdapat juga penambahan 10 pasien yang terkonfirmasi positif sehingga total terdata 110 orang terkonfirmasi positif, dengan rincian 63 sembuh, sembilan meninggal, dan 37 masih dalam observasi. Penambahan 10 orang ini merupakan yang tertinggi selama pandemi Covid-19 di Karawang.

Fitra juga menyampaikan kabar duka, yakni adanya pasien yang telah dinyatakan sembuh tapi kemudian meninggal dunia pada Kamis (30/4) karena serangan jantung. “Beliau wafat karena serangan jantung. Hasil swab dua kali sudah dinyatakan negatif. Pasien meninggal terkonfirmasi positif juga meninggal dunia satu orang.”

Jumlah pasien dalam pengawasan atau PDP terdata 237 orang, sembuh 178, masih dalam perawatan 49, dan meninggal dunia 10 orang. Adapun orang dalam pemantauan atau ODP total 4.024 orang, selesai 2.591, masih dalam pemantauan 1.432, dan meninggal dunia satu orang.

“Data OTG total 490 orang, selesai dalam pemantauan 241 orang, dan masih pemantauan 249 orang,” tambahnya.

Perihal proses pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Karawang, menurut Fitra pedoman pelaksanaan PSBB di Karawang nantinya sesuai dengan pedoman yang sudah tertuang pada peraturan gubernur yang merujuk pada Peratuan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang PSBB.

Ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan oleh masyarakat Karawang. Di antaranya, pembatasan pelaksaanaan pembelajaran di sekolah atau institusi pendidikan lainnya serta aktivitas bekerja, kegiatan keagamaan di rumah ibadah, kegiatan di tempat umum serta kegiatan sosial budaya dan transportasi.

Kegiatan usaha dan pekerjaan yang mendapat pengecualian adalah kantor intansi pemerintahan, BUMD/BUMN, pelaku usaha makanan, minuman, energi, telekomunikasi, keuangan, teknologi, kontruksi, industri strategis, dan organisasi kemasyarakatan yang bergerak di sektor kebencanaan atau sosial.

“Masih sedang kami kaji secara matang. Termasuk soal jaringan pengaman sosial atau bantuan bagi masyrakat. Bantuan ini diharapkan bisa membantu masyarakat Karawang yang kesulitan akibat pandemi ini,” paparnya. (*/UG)

Komentar

News Feed