oleh

Urus WNI di India, Muhammadiyah Sodorkan Dua Opsi

-Berita-199 views

MAMAKOTA,- Pimpinan Pusat Muhammadiyah berharap Pemerintah Indonesia tetap mengedepankan protokol kesehatan jika ingin memulangkan warga negara Indonesia (WNI) anggota jemaah tablig yang tertahan di India.

Negara mesti menjamin dan memberikan perlindungan bagi seluruh warga negara sebagaimana diatur oleh konstitusi. Termasuk melindungi WNI yang masih berada di India lantaran terdampak kebijakan lockdown pemerintah setempat.

“Dalam hal WNI di luar negeri, pemerintah tetap berkewajiban melaksanakan amanat UUD 1945 tersebut dengan mengikuti ketentuan hukum internasional dan hukum serta kebijakan yang berlaku di negara yang bersangkutan,” kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti di Jakarta, Kamis (16/4).

Menurut dia, pemerintah bisa memilih dua opsi yakni apakah akan memulangkan WNI jemaah tablig itu ke Tanah Air dengan protokol kesehatan yang ketat. Atau sebaliknya, tidak memulangkan WNI tersebut dengan catatan harus memberikan perlindungan maksimal.

Sebab, bagaimanapun WNI jemaah tablig yang tertahan di India harus mematuhi protokol dan mengindahkan kebijakan pemerintah setempat.

“Apabila sangat mendesak, pemerintah dapat melakukan pemulangan dengan beberapa langkah. Pertama, pembicaraan diplomatik dengan pemerintah India. Kedua, memeriksa kesehatan dan memastikan mereka tidak terpapar Covid-19. Jika kembali ke Tanah Air, mereka harus menjalani karantina dan perawatan bagi yang positif Covid-19,” kata Abdul Mu’ti.

Kementerian Luar Negeri RI mengatakan, ada 17 dari 27 jamaah tabligh asal Indonesia menderita Covid-19 di India. Mereka saat ini masih menjalani perawatan.

“Sebanyak 17 dalam masa perawatan dan 10 sudah dinyatakan sembuh,” kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha, Kamis lalu (9/4). (*/UG)

News Feed