oleh

Volunteer Corona Papua Tawarkan Delapan Poin Usulan

-Hukum-196 views

Sepenuh Hati Lawan Korona

MAMAKOTA,- Ini catatan Volunteer Corona Papua: pada minggu kedua bulan Maret 2020 di tanah Papua 13 orang dinyatakan positif terkena virus korona (Covid-19), 42 berstatus pasien dalam pengawasan (PDP), dan 7.040 orang dalam pemantauan (ODP). 

Melihat kenyataan itu, Volunteer Corona Papua(VCP) yang berisi orang-orang dari berbagai latar pendidikan dan profesi serta tersebar seluruh Provinsi Papua menyatakan dengan sepenuh hati ingin membantu kerja-kerja pemerintah daerah dalam mengatasi wabah berbahaya tersebut agar tidak meluas dan membunuh masyarakat di tanah Papua.

Dalam kaitan itu, VCP coba menawarkan saran atau resep yang terdiri atas delapan poin.  

  1. Meminta pemerintah daerah berkomunikasi dengan pemerintah pusat guna memperpanjang pembatasan sementara penerbangan dan kapal laut berpenumpang keluar dan atau masuk Papua sampai penanganan virus ini benar-benar tuntas, PDP atau juga ODP semua terkonfirmasi negatif, baik di Papua maupun daerah lain di luar Papua, terutama kota-kota yang memiliki bandara atau jalur transportasi aktif.
  2. Pemerintah agar segera menghubungi pihak pemerintah pusat untuk membeli dua kali kebutuhan alat rapid test massal bagi seluruh ODP dan kelompok rentan lainya di seluruh Provinsi Papua.
  3. Membuat aturan tegas beserta sanksi bagi kepala daerah kabupaten kota dan perusahaan atau operator yang sepihak membuka transportasi laut atau udara bagi penumpang. Misalnya, dengan memangkas alokasi anggaran Otsus atau dengan mengisolasi daerah tersebut agar tidak terkoneksi dengan daerah lainya di Papua.
  4. Mendesak pemerintah menggandeng akademisi untuk mengkaji puncak penyebaran Covid-19 di Papua, antisipasi penyebaran dan juga strategi penanggulangan dampak sosial bagi masyarakat. Termasuk kajian terhadap masyarakat yang rentan terdampak dan perlu diperhatikan pada masa pembatasan sementara ini berlangsung.
  5. Pemerintah menyediakan anggaran bagi kelompok masyarakat untuk menyosialisasikan bahaya Covid-19 dan cara pencegahan di Papua.
  6. ASN di perpanjang WFH atau kerja dari rumah tapi dengan sistem piket 10-15 tiap hari per dinas / instansi untuk melayani kepentingan masyarakat yang mendesak.
  7. Aktif mengimbau masyarakat menggunakan masker non medis bagi yang melakukan aktivitas di luar rumah, aktif mencuci tangan dan menjaga jarak sosial.
  8. Meminta GugusTugas Covid-19 Provinsi Papua dan kabupaten/kota agar tidak hanya menyampaikan jumlah pasien positif, PDP atau jumlah ODP, tetapi juga transparan menyampaikan peta wilayah sebaran dan kronologi seorang pasien terinfeksi sehingga membantu publik lebih mawas diri serta ikut mengambil tindakan pencegahan.

Usulan tersebut diteken oleh tim Volunteer Corona Papua dan tim penasihat hukum. Di dalam tim VCP terdapat nama, antara lain, Dr Pieter Ell, SH, MH, Frederika Korain, SH, MA APD, Yan Christian Arebo, SH, MH (Ketua Umum Pemuda Adat Papua), Franklin E. Wahey, S.Sos. MKP, dan Saneraro Wamaer, S.IP, MAP. Adapun di tim penasihat hukum tercatat nama David Soumokil, SH, Roby Sugara, SH, William H. Sinaga, SH, dan Yansen Marudut Simbolon, SH. (*/UG)

News Feed