oleh

Wabah Covid-19 Jadi Tantangan Iman bagi Umat Kristiani

-Berita-70 views

MAYBRAT, MAMAKOTA – Pendeta Novalino Mailoa S.Th mengatakan, situasi Pandemi-19 telah membatasi pergerakan dan aktivitas manusia. Tetapi hal itu justru menjadi tantangan iman agar ada refleksi dan perubahan dalam hidup sebagai pribadi, keluarga, masyarakat bangsa dan negara.

“Aktifitas pemerintah, masyarakat, agama dan lainnya tidak berjalan maksimal bukan berarti kita menyerah tetapi itu bagian yang menantang kita pengurus dan anggota PW untuk terus maju didasari iman kita agar situasi Pandemi ini bisa berakhir dan aktifitas berjalan seperti biasa,” kata Pdt Novalino.

Demikian disampaikan Pdt Novalino dalam khotbahnya saat memimpin ibadah perayaan natal bersama Persekutuan Wanita (PW) GKI Klasis Aifat Kabupaten Maybrat, Papua Barat bersama pengurus dan anggotanya di GKI Sion Kumurkek. Natal bersama dihadiri wakil ketua Klasis Aifat, Pdt. Siprianus Assem, S.Th, kordainator PW bersama anggotanya dari 19 Jemat di Klasis Aifat, Senin (28/12).

Pdt Novalino menambahkan, situasi pandemi Covid-19 seakan membuat umat tidak berbuat apa-apa. Tetapi di tahun yang akan datang harus lebih giat lagi melaksanakan program yang belum dilakukan dan yang sudah dilakukan justru lebih ditingkatkan lagi.

“Kita tidak lakukan bukan kelalaian kita tetapi bencana yang melanda kita Indonesia dan dunia, maka kita semua menyerah dan selalu berjaga-jaga terkait covid 19 ini. Tuhan tidak membiarkan kita sendiri tetapi dengan kelahiran Isa Almasih menjawab situasi itu dan membawa keselamatan dunia ini,” tegasnya.

Ketua PW GKI Klasis Aifat, Anike Frasawi, SE kepada media ini menjelaskan, natal PW tahun ini jadwalnya di Jemat Aitrem Sawin Aifat Timur. Tetapi karena halangan, akhirnya dipindahkan ke GKI Sion Kumurkek saat ini. “Kami bersyukur, walaupun kita berada di situasi Pandemi Covid-19 tetapi ibadah PW bisa berjalan dengan sederhana dan baik,” kata Anike Frasawi.

Meski dalam situasi Pandemi Covid 19 ini, lanjutnya, sejumlah program PW yang diturunkan Biro PW tingkat Sinode GKI di tanah Papua, itu pun tidak berjalan maksimal. “Kami mengajak pengurus PW dan anggota ditingkat Klasis dan 19 Jemat yang ada, agar terus berdoa untuk pemulihan situasi ini supaya program yang diturunkan Sinode dan program klasis ke tingkat jemat bisa berjalan baik demi kemajuan jemat untuk bersekutu, bersaksi dan melayani,” ujarnya.

Karena, lanjutnya, sesuai dengan tema sentral Mereka Menamakan-Nya Imanuel matius 1: 23 sedangkan sub tema yang diusung melalui perayaan natal persekutuan wanita kita memperkuat kebersamaan dalam mewujudkan kemulian Tuhan dan kebenaran. (red/ist)

News Feed