oleh

Warga Nongkrong Bakal Dibubarkan Polisi

-Hukum-84 views

MAMAKOTA, SERPONG, — Polres Tangerang Selatan tak main-main menyikapi mewabahnya virus Corona atau Civid-19. Pihaknya akan membubarkan paksa setiap warga yang terlihat berkumpul atau nongkrong.

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Iman Setiawan, mengatakan polisi akan membubarkan paksa apabila melihat kegiatan masyarakat yang mengundang banyak orang atau berkumpul. Upaya itu dilakukan guna mencegah peredaran virus mematikan itu.

“Ini sudah jelas himbauan dari pemerintah pusat dan pemerintah kota Tangsel tidak ada lagi kegiatan masyarakat yang sifatnya berkumpul. Kemudian tidak jaga jarak dan melakukan kegiatan hiburan, pernikahan dan lainnya,” kata Iman saat ditemui usai rapat Gugus Tugas Covid-19 Kota Tangerang Selatan.

Dia berharap masyarakat ikut membantu melakukan pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona. “Aturan sudah jelas, kami akan bubarkan dengan paksa karena kehadiran kami kehadiran negara untuk melindungi masyarakat. Sampai saat ini sudah dilakukan dan Alhamdulillah frekuensi berkumpulnya masyarakat berkurang drastis,” ujarnya.

Senada dikatakan Komandan Kodim 0506 Tangerang Kolonel inf Wisnu Kurniawan. Pihaknya mendukung upaya yang dilakukan Polres Tangerang Selatan. Menurutnya, kebijakan pemerintah saat ini mengacu kepada badan kesehatan dunia atau WHO di mana sudah bukan social distancing lagi, tetapi lebih ke physical distancing.

“Sudah dikeluarkan juga maklumat Kapolri tentang tidak bolehnya kegiatan pengumpulan massa dengan upaya yang terukur sampai tindakan yang tegas,” sebut Wisnu.

Pemerintah Kota Tangsel mengambil kebijakan work from home untuk memutus rantai penyebaran virus Corona. Namun langkah yang diambil Pemkot itu tidak ingin disebut sebagai lockdown. Pasalnya, dalam menghadapi darurat Corona, pihaknya masih mampu menangani kejadian luar biasa (KLB) Corona yang sudah menjadi pandemik covid-19.

Wakil Walikota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie menyampaikan, Tangsel belum berencana sampai ke lockdown. Namun, Pemkot mengambil langkah work from home untuk membatasi kegiatan sosial orang untuk menjauh dari kontak dan keramaian.

“Kita belum mengarah ke lockdown. Cuma tadi himbauan dari Kapolres dan Dandim, kalau ada kerumunan-kerumunan sekarang dihindari, dibubarin,” terang Wakil Walikota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie.

Benyamin menjelaskan, seandainya himbauan itu tidak juga dipatuhi oleh masyarakat untuk menghindari kerumunan  akan dibubarkan. Termasuk pembubaran terhadap perayaan pernikahan, perayaan keagamaan agar kerumunan massa tidak dilakukan lagi. (amd)

Komentar

News Feed