oleh

Waspada, Penularan Paham Radikal di Lapas

-Hukum-67 views

MAMAKOTA,- Paham radikal yang berkembang di tengah masyarakat menjadi pekerjaan rumah bagi aparat. Sudah banyak warga yang terpapar paham radikal dan kedapatan melakukan aksinya diamankan dan dimasukan ke dalam lembaga pemasyarakatan (lapas). Namun, ternyata Lapas pun menjadi penyebaran paham radikal.

Polri menyebutkan terduga teroris berinisial JHR alias AH yang ditangkap di Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (23/4) telah terpapar ideologi radikal saat dia berada ditahan di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas). Sebelumnya, AH dihukum karena tindak pidana umum. Kemudian dimasukkan ke lapas di Pulau Madura yang juga merupakan lokasi penahanan anggota jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD).

“Ada sebuah penularan paham radikal yang diterima oleh AH dan semakin berkembang hingga bergabung bersama-sama dengan kelompok JAD Jawa Timur,” terang Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra melalui siaran langsung di akun Instagram Divisi Humas Polri, pada Jumat (24/4).

Di dalam lapas di Madura itu AH berkenalan dengan tokoh JAD Jatim yang juga di tahan di sana.

“Di sanalah AH mengenal salah satu tokoh JAD Jatim yang sama-sama sedang menjalankan hukuman penjara,” lanjut Asep.

Selama di dalam tahanan itu, tokoh JAD tersebut menyusupi pemikiran AH dengan paham-paham radikal, sehingga akhirnya AH bergabung dengan kelompok itu. Penangkapan terhadap AH terjadi di salah satu lokasi perusahaan eskpedisi di Surabaya  pukul 09.20 WIB. Terduga teroris itu merupakan seorang warga desa Ngebrug, Kabupaten Malang. Saat penangkapan, polisi pun mengamankan dua pistol jenis FN, satu laras panjang serta ratusan amunisi.

Hingga saat ini pun aparat kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap terduga teroris tersebut secara intensif. Mereka belum dapat membeberkan motif ataupun peranan dari AH di jaringan JAD. JAD adalah kelompok yang mendukung keberadaan ISIS. Kelompok ini sempat dipimpin oleh Aman Abdurahman, tokoh yang diyakini sebagai pemimpin ISIS di Indonesia dan bertanggung jawab atas serangan bom di Jl. Thamrin, pada 2016. Aman sendiri sudah divonis mati atas aksi terorismenya itu. (*/UG)

Komentar

News Feed