oleh

WH Tetapkan PSBB Tangerang Raya 16 Hari

-Berita-159 views

Serahkan Sanksi Kepada Pemerintah Kota/Kabupaten

MAMAKOTA,- PSBB di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan dimulai Sabtu (18/4) hingga Minggu (3/5). Gubernur Banten Wahidin Halim menetapkan pem­batasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah Tangerang Raya berlang­sung selama 16 hari.

Penetapan PSBB tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur Banten No­mor 16 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembatasan Sosial Ber­skala Besar Dalam Penanganan CO­VID-19 di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan tertanggal 15 April 2020 disusul dengan Keputusan Gubernur Banten Nomor 443/Kep. 140-Huk/2020 tentang Pene­tapan Pembatasan Sosial Berskala Be­sar di Wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 tertanggal 15 April 2020.

“Saya telah menerbitkan Pergub berikut SK Gubernur yang mengatur pemberlakuan PSBB di Tangerang Raya. Hal ini diharapkan agar penerapannya di ketiga wilayah tersebut dapat berjalan efektif,” kata Wahidin dalam keterangan­nya, Kamis (16/4).

Gubernur menyatakan, pemer­intah daerah di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan wajib melaksanakan PSBB sesuai den­gan ketentuan peraturan pe­rundang-undangan dan secara konsisten mendorong serta me­nyosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.

”PSBB ini mulai dilaksanakan dari 18 April sampai dengan 3 Mei dan dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran Covid-19,” kata Wahidin.

Untuk Pergub nomor 16 Tahun 2020, lanjut gubernur, bertujuan untuk membatasi kegiatan ter­tentu dan pergerakan orang dan/atau barang dalam menekan penyebaran Covid-19, mening­katkan antisipasi perkembangan ekskalasi penyebaran Covid-19, memperkuat upaya penanganan kesehatan akibat Covid-19, dan menangani dampak sosial dan ekonomi dari penyebaran Co­vid-19. Ruang lingkup peraturan gubernur tersebut meliputi pelak­sanaan PSBB. Yakni meliputi hak, kewajiban serta pemenuhan ke­butuhan dasar penduduk selama PSBB, sumber daya penanganan Covid-19, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan. Selain itu, sanksi bagi pelanggar PSBB.

”PSBB dilakukan dalam bentuk pembatasan aktivitas luar rumah yang dilakukan setiap orang yang berdomisili dan/atau berkegiatan di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan,” terang Wahidin.

Wahidin menyerahkan sepenuhnya soal sanksi terha­dap para pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke­pada Pemerintah Daerah Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Wa­hidin pun menginstruksikan Pem­da setempat untuk mengerahkan sumber daya selama PSBB. (*/SN)

Komentar

News Feed